"Regrettion". What Kind of English is That?

•May 17, 2008 • Leave a Comment

Nggak, nggak, nggak. Judul di atas nggak ada hubungannya ama isi post ini.

I just wanna say that I regret saying something about forgetting her. I can’t just give up! Cinta itu harus diperjuangkan! Ceritanya harus berlanjut! The book needs to be finished before I can let her open it!

Again, I-like-her-so-much-I-can’t stop-yelling.

Yah, cinta harus diperjuangkan ya, ha? I guess I’m right.

Caiyo, bro!

Advertisements

Nemathelmynthes

•May 17, 2008 • Leave a Comment

Kenapa saya milih nama salah satu filum animalia buat jadi judul post ini? Because I learned about it di Tridaya tadi siang. With her. Just the two of us.

Dan Bu Irma tentunya.

Saya bisa ngejelasin apa yang saya rasain hari ini dengan senggaknya satu kata: Seneng, walopun ini udah ke sekian kalinya saya spend my time together with her, and it wasn’t a special one. I’ve had better one than that with her.

Nevertheless, I am a happy man!

We’ve almost went out for a date buat nonton. But her dad picked her up right after we walked out dari Tridaya. Shoot! Bad luck.

Emang susah buat ngomong ini, tapi kenyatannya:

I more than like her so much!

Bulutangkis Epidemik?

•May 15, 2008 • Leave a Comment

Menjelang dan setelah kejuaraan bulutangkis Piala Thomas/Uber taun lalu, jalan-jalan rame, orang-orang keluar rumah dan begitu semangatnya main tetepakan. Lapangan bulutangkis penuh ama orang-orang yang main bulutangkis dan saking semangat dan capenya sampe nggak ada sisa energi lagi buat pulang.

Di angkot, yang dibicarain mereka anak-anak sekolah pasti nggak jauh dari topik, “Kemaren Taufik menang nggak?”, ato “Indonesia-Cina kemaren berapa-berapa?”.

Tapi taun ini, kayaknya penyakit epidemik demam bulutangkis yang (harusnya) ganas ini udah mulai ngilang deh. Saya nggak ngerasa Piala Thomas/Uber tahun ini se-hype taun lalu dan taun-taun sebelumnya.

Jalan-jalan sepi, lapangan bulutangkis keliatan kayak hari-hari biasa aja, dan yang dibicarain ama anak-anak sekolah nggak bakal jauh dari dotA dan gosip.

Ada apa ini? Isn’t that supposed to be our culture?

Why is everything? Where is everything?

SMS Santet?

•May 12, 2008 • Leave a Comment

Teknologi nggak hanya maju di bidang telekomunikasi ato komputer doang. Ternyata bidang santet-menyantet juga ikut-ikutan progress dalem teknologi! Baca artikel yang diambil dari suryalive ini.

Isu SMS santet ternyata tidak hanya beredar di ibukota saja, namun beberapa warga di Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah juga sudah marak sms peringatan isu tentang santet.

Isi sms peringatan tersebut diantaranya, ‘Info: kalau ada no hp 0866, 0666, 9846554 atau nomor hp warna merah yang menelpon jangan diangkat. Di Jakarta, Batam dan Bengkalis ada yang mati garagara menerima telpon tersebut. Katanya lagi uji ilmu hitam’.

Sms tersebut disampaikan secara berantai dari ponsel ke ponsel oleh warga.

Beberapa warga yang kebetulan menerima sms tersebut sempat kebingungan karena belum mendapat info yang jelas mengenai isu santet via sms atau hp.

Rosi, warga Kelurahan Koba, kepada harian ini, Jumat (9/5) siang, mengaku dirinya mendapat sms peringatan tersebut pada pagi hari yang dikirim oleh seorang rekannya.

“Saya juga dapat sms peringatan dari teman, katanya kalau ada nomornomor tertentu yang mengirim sms atau menelpon jangan diangkat. Infonya itu adalah santet dan yang menerimanya bisa mati kena santet,” kata Rosi.

Lebih lanjut Rosi mengatakan, hingga kini dirinya belum mengetahui dengan pasti kebenaran info tersebut.

“Banyaknya sms seperti itu jelas membuat masyarakat jadi resah, kita juga tidak tahu sejauh mana kebenarannya,” ujar Rosi.

Sementara itu Ibu Ati, 30, warga Kelurahan Koba, yang juga menerima sms yang sama mengaku tidak begitu menghiraukan isi sms tersebut. Karena bisa saja sms tersebut ulah orang yang iseng dan tidak bertanggung jawab.

“Percaya hal-hal seperti itu boleh-boleh saja, karena bisa saja sms itu disebarkan oleh orang yang iseng dan tidak bertanggung jawab, sehingga masyarakat resah. Yang penting pasrah saja kepada Tuhan, karena hidup dan mati di tangan Tuhan,” ujar Ibu Ati.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangka Tengah, H Herman Effendi A Rani, kepada harian ini, Jumat (9/5), mengatakan agar masyarakat jangan resah dengan isu sms santet tersebut.

“Saya menilai hal tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan dan tidak perlu dikhawatirkan. Secara rasioanal, mungkin tidak ada kekuatan yang mampu menyebabkan orang meninggal dunia karena menerima sms atau telepon, kecuali kekuatan Tuhan Yang Maha Esa,” kata Herman.

Herman menilai, munculnya isu sms santet tersebut lebih dikarenakan kondisi masyarakat yang saat ini sedang stress karena kesulitan hidup apalagi dengan kenaikan BBM. (bangka pos)

Cloverfield? One of My Favorite Movies!

•May 11, 2008 • Leave a Comment

Baru-baru ini saya beli 2 film di BEC: Lions for Lambs dan Cloverfield. Tapi dari kedua film itu, yang paling narik perhatian saya adalah: Cloverfield.

Film ini keluaran Paramount Pictures, dan diproduksi ama J.J. Abrams (Mission Impossible), dan disutradarain ama Matt Reeves (28 Weeks Later).

Yang unik dari film ini adalah film ini disajiin dari sudut pandang korban-korbannya, dimana semua adegannya dishoot seolah-olah pake hand-held camera, jadi semuanya terkesan realistis; kayak kalo kamu nonton video liburan kamu yang dishoot pake handycam.

Film ini nyeritain tentang New York City yang diserang ama monster setinggi Monas sebesar Borobudur. Plot lengkapnya bisa kamu baca di Wikipedia Indonesia.

Saya rekomendasiin banget film ini buat yang suka ama Godzilla dan pencinta film-film action ato thriller. 77% dari para kritikus film di Rotten Tomatoes juga ngasih rating positif buat film ini, jadi kualitas film ini nggak usah diraguin lagi.

untitled.

•May 11, 2008 • Leave a Comment

Post pertama saya dalem dua minggu terakhir.

Saya nggak ngepost bukan karena saya males ngeblog. Masalahnya adalah: Saya nggak tau apa lagi yang harus saya tulis. Belakangan ini semuanya baik-baik aja; disamping hasil rapot saya yang… Nggak memuaskan. And beside she with her “book”, but I’m cool with her.

So, recent events? Hari Senin dan Selasa libur karena kelas XII bakal nikmatin Ujian Sekolah mereka. Dan PADA HARI SENINNYA, kelas saya bakal foto kelas bareng (ya iya lah!).

Yeah, that’s it.

Kucing

•April 30, 2008 • 1 Comment

Liat kucing liar tidur di atas mobil BMW tetangga, saya jadi mikir, “Enak banget ya, kalo saya jadi kucing?”. Hidupnya nggak ada yang ngatur, ngelakuin apapun without fear of consequence, bebas dari tanggung jawab, nggak ada yang perlu ditakutin.

Saya ngebandingin kucing tadi dengan saya sekarang. Masih muda gini aja tanggung jawabnya udah sangat banyak sekali banget. Emang harus saya akuin tanggung jawab yang saya maksud ini tuh bukan tanggung jawab yang besar, bahkan kecil. Yah kecil, memang, tapi banyak. Sangat banyak sekali. Banget.

Maybe all of this are because I am the type of person who doesn’t want to get his job started, but wants to get his job finished. Yah, what can I say? Tapi mo gimana lagi? Saya emang salah dari awal juga. I’ve always been postponing the responsibility that I have to take. I didn’t get them done as soon as I get them. Can’t blame the responsibility, though. That’s an ornament of life. Mum always say, “Be conscious about your own self, son. You are responsible for your own self.” . Right, right, I know. But how, mum? How? I never asked to be born anyways. I never asked for responsibilities.

Okay, I have to admit that I never expected, and never wanted to take “responsibilities”. But, what can I do? Once one born, he will no matter what take what we call “responsibility”. And no matter what they say, no matter what they do, no one can never get away from “responsibility”. Including me, who always hope the opposite.

Oh, dear cat, I want to be you for just one day. I wonder what it’s like to be you…