Bulutangkis Epidemik?

Menjelang dan setelah kejuaraan bulutangkis Piala Thomas/Uber taun lalu, jalan-jalan rame, orang-orang keluar rumah dan begitu semangatnya main tetepakan. Lapangan bulutangkis penuh ama orang-orang yang main bulutangkis dan saking semangat dan capenya sampe nggak ada sisa energi lagi buat pulang.

Di angkot, yang dibicarain mereka anak-anak sekolah pasti nggak jauh dari topik, “Kemaren Taufik menang nggak?”, ato “Indonesia-Cina kemaren berapa-berapa?”.

Tapi taun ini, kayaknya penyakit epidemik demam bulutangkis yang (harusnya) ganas ini udah mulai ngilang deh. Saya nggak ngerasa Piala Thomas/Uber tahun ini se-hype taun lalu dan taun-taun sebelumnya.

Jalan-jalan sepi, lapangan bulutangkis keliatan kayak hari-hari biasa aja, dan yang dibicarain ama anak-anak sekolah nggak bakal jauh dari dotA dan gosip.

Ada apa ini? Isn’t that supposed to be our culture?

Why is everything? Where is everything?

Advertisements

~ by blubchoc on May 15, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: