header image
 

"Regrettion". What Kind of English is That?

Nggak, nggak, nggak. Judul di atas nggak ada hubungannya ama isi post ini.

I just wanna say that I regret saying something about forgetting her. I can’t just give up! Cinta itu harus diperjuangkan! Ceritanya harus berlanjut! The book needs to be finished before I can let her open it!

Again, I-like-her-so-much-I-can’t stop-yelling.

Yah, cinta harus diperjuangkan ya, ha? I guess I’m right.

Caiyo, bro!

Nemathelmynthes

Kenapa saya milih nama salah satu filum animalia buat jadi judul post ini? Because I learned about it di Tridaya tadi siang. With her. Just the two of us.

Dan Bu Irma tentunya.

Saya bisa ngejelasin apa yang saya rasain hari ini dengan senggaknya satu kata: Seneng, walopun ini udah ke sekian kalinya saya spend my time together with her, and it wasn’t a special one. I’ve had better one than that with her.

Nevertheless, I am a happy man!

We’ve almost went out for a date buat nonton. But her dad picked her up right after we walked out dari Tridaya. Shoot! Bad luck.

Emang susah buat ngomong ini, tapi kenyatannya:

I more than like her so much!

Bulutangkis Epidemik?

Menjelang dan setelah kejuaraan bulutangkis Piala Thomas/Uber taun lalu, jalan-jalan rame, orang-orang keluar rumah dan begitu semangatnya main tetepakan. Lapangan bulutangkis penuh ama orang-orang yang main bulutangkis dan saking semangat dan capenya sampe nggak ada sisa energi lagi buat pulang.

Di angkot, yang dibicarain mereka anak-anak sekolah pasti nggak jauh dari topik, “Kemaren Taufik menang nggak?”, ato “Indonesia-Cina kemaren berapa-berapa?”.

Tapi taun ini, kayaknya penyakit epidemik demam bulutangkis yang (harusnya) ganas ini udah mulai ngilang deh. Saya nggak ngerasa Piala Thomas/Uber tahun ini se-hype taun lalu dan taun-taun sebelumnya.

Jalan-jalan sepi, lapangan bulutangkis keliatan kayak hari-hari biasa aja, dan yang dibicarain ama anak-anak sekolah nggak bakal jauh dari dotA dan gosip.

Ada apa ini? Isn’t that supposed to be our culture?

Why is everything? Where is everything?

SMS Santet?

Teknologi nggak hanya maju di bidang telekomunikasi ato komputer doang. Ternyata bidang santet-menyantet juga ikut-ikutan progress dalem teknologi! Baca artikel yang diambil dari suryalive ini.

Isu SMS santet ternyata tidak hanya beredar di ibukota saja, namun beberapa warga di Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah juga sudah marak sms peringatan isu tentang santet.

Isi sms peringatan tersebut diantaranya, ‘Info: kalau ada no hp 0866, 0666, 9846554 atau nomor hp warna merah yang menelpon jangan diangkat. Di Jakarta, Batam dan Bengkalis ada yang mati garagara menerima telpon tersebut. Katanya lagi uji ilmu hitam’.

Sms tersebut disampaikan secara berantai dari ponsel ke ponsel oleh warga.

Beberapa warga yang kebetulan menerima sms tersebut sempat kebingungan karena belum mendapat info yang jelas mengenai isu santet via sms atau hp.

Rosi, warga Kelurahan Koba, kepada harian ini, Jumat (9/5) siang, mengaku dirinya mendapat sms peringatan tersebut pada pagi hari yang dikirim oleh seorang rekannya.

“Saya juga dapat sms peringatan dari teman, katanya kalau ada nomornomor tertentu yang mengirim sms atau menelpon jangan diangkat. Infonya itu adalah santet dan yang menerimanya bisa mati kena santet,” kata Rosi.

Lebih lanjut Rosi mengatakan, hingga kini dirinya belum mengetahui dengan pasti kebenaran info tersebut.

“Banyaknya sms seperti itu jelas membuat masyarakat jadi resah, kita juga tidak tahu sejauh mana kebenarannya,” ujar Rosi.

Sementara itu Ibu Ati, 30, warga Kelurahan Koba, yang juga menerima sms yang sama mengaku tidak begitu menghiraukan isi sms tersebut. Karena bisa saja sms tersebut ulah orang yang iseng dan tidak bertanggung jawab.

“Percaya hal-hal seperti itu boleh-boleh saja, karena bisa saja sms itu disebarkan oleh orang yang iseng dan tidak bertanggung jawab, sehingga masyarakat resah. Yang penting pasrah saja kepada Tuhan, karena hidup dan mati di tangan Tuhan,” ujar Ibu Ati.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangka Tengah, H Herman Effendi A Rani, kepada harian ini, Jumat (9/5), mengatakan agar masyarakat jangan resah dengan isu sms santet tersebut.

“Saya menilai hal tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan dan tidak perlu dikhawatirkan. Secara rasioanal, mungkin tidak ada kekuatan yang mampu menyebabkan orang meninggal dunia karena menerima sms atau telepon, kecuali kekuatan Tuhan Yang Maha Esa,” kata Herman.

Herman menilai, munculnya isu sms santet tersebut lebih dikarenakan kondisi masyarakat yang saat ini sedang stress karena kesulitan hidup apalagi dengan kenaikan BBM. (bangka pos)

Cloverfield? One of My Favorite Movies!

Baru-baru ini saya beli 2 film di BEC: Lions for Lambs dan Cloverfield. Tapi dari kedua film itu, yang paling narik perhatian saya adalah: Cloverfield.

Film ini keluaran Paramount Pictures, dan diproduksi ama J.J. Abrams (Mission Impossible), dan disutradarain ama Matt Reeves (28 Weeks Later).

Yang unik dari film ini adalah film ini disajiin dari sudut pandang korban-korbannya, dimana semua adegannya dishoot seolah-olah pake hand-held camera, jadi semuanya terkesan realistis; kayak kalo kamu nonton video liburan kamu yang dishoot pake handycam.

Film ini nyeritain tentang New York City yang diserang ama monster setinggi Monas sebesar Borobudur. Plot lengkapnya bisa kamu baca di Wikipedia Indonesia.

Saya rekomendasiin banget film ini buat yang suka ama Godzilla dan pencinta film-film action ato thriller. 77% dari para kritikus film di Rotten Tomatoes juga ngasih rating positif buat film ini, jadi kualitas film ini nggak usah diraguin lagi.

untitled.

Post pertama saya dalem dua minggu terakhir.

Saya nggak ngepost bukan karena saya males ngeblog. Masalahnya adalah: Saya nggak tau apa lagi yang harus saya tulis. Belakangan ini semuanya baik-baik aja; disamping hasil rapot saya yang… Nggak memuaskan. And beside she with her “book”, but I’m cool with her.

So, recent events? Hari Senin dan Selasa libur karena kelas XII bakal nikmatin Ujian Sekolah mereka. Dan PADA HARI SENINNYA, kelas saya bakal foto kelas bareng (ya iya lah!).

Yeah, that’s it.

Kucing

Liat kucing liar tidur di atas mobil BMW tetangga, saya jadi mikir, “Enak banget ya, kalo saya jadi kucing?”. Hidupnya nggak ada yang ngatur, ngelakuin apapun without fear of consequence, bebas dari tanggung jawab, nggak ada yang perlu ditakutin.

Saya ngebandingin kucing tadi dengan saya sekarang. Masih muda gini aja tanggung jawabnya udah sangat banyak sekali banget. Emang harus saya akuin tanggung jawab yang saya maksud ini tuh bukan tanggung jawab yang besar, bahkan kecil. Yah kecil, memang, tapi banyak. Sangat banyak sekali. Banget.

Maybe all of this are because I am the type of person who doesn’t want to get his job started, but wants to get his job finished. Yah, what can I say? Tapi mo gimana lagi? Saya emang salah dari awal juga. I’ve always been postponing the responsibility that I have to take. I didn’t get them done as soon as I get them. Can’t blame the responsibility, though. That’s an ornament of life. Mum always say, “Be conscious about your own self, son. You are responsible for your own self.” . Right, right, I know. But how, mum? How? I never asked to be born anyways. I never asked for responsibilities.

Okay, I have to admit that I never expected, and never wanted to take “responsibilities”. But, what can I do? Once one born, he will no matter what take what we call “responsibility”. And no matter what they say, no matter what they do, no one can never get away from “responsibility”. Including me, who always hope the opposite.

Oh, dear cat, I want to be you for just one day. I wonder what it’s like to be you…

File2HD: Download File Apapun, Dimanapun. Gratis.

Waktu kamu lagi dengerin radio, kamu jatuh cinta pada sebuah lagu yang dinyanyiin sama artist favorit kamu. Saking cintanya kamu sama lagu itu, kamu bela-belain nyari MP3nya kemana-mana, tapi nggak pernah ketemu. Terus kamu liat MySpacenya artist favorit kamu itu. Ternyata lagu itu ada di sana. Kamu buka tiap hari MySpacenya dia cuma buat dengerin satu lagu itu doang, berharap kamu bisa punya MP3nya biar bisa kamu dengerin setiap saat…

Sekarang kamu nggak usah mimpi lagi! Dengan aplikasi online File2HD, kamu bisa download sepuas-puasnya lagu-lagu dari MySpacenya artist favorit kamu!

Caranya gampang banget. Kamu tinggal masukkin URL (situs) dari MySpace artist kamu di kotak yang udah disediain, terus klik “Get Files”. Contohnya, kalo kamu pengen download lagunya Radiohead, kamu tinggal masukkin URL http://www.myspace.com/radiohead (”http://”-nya harus ikut disisipin), lalu klik “Get Files”.

Nanti muncul daftar file yang disimpen di database server di sana. Kamu tinggal klik kanan diatas nama file yang pengen kamu download, dan pilih “Save Target As…” (buat Internet Explorer). Klik “Save” di directory manapun yang kamu pengen. Terakhir, just sit back and watch as the Internet download the files for you.

File2HD nggak cuma bisa dipake buat download file-file dari MySpace doang, tapi semua situs yang ada di Internet!

Downloading files from the Internet has never been made easier!

write! diarymocchi. Wants a Greener Earth!

Melihat betapa parahnya tingkat kesadaran masyarakat akan lingkungan, write! diarymocchi. ikut berpartisipasi dalam usaha menyadarkan masyarakat bahwa lingkungan tempat mereka hidup sudah kritis dan hampir tidak dapat ditinggali lagi.

Salah satunya adalah dengan mengganti banner atas dengan yang lebih environment friendly.

write! diarymocchi. ingin Bumi yang hijau. Apa kamu juga? Think again.

Talent Show or Something…?

Pernah denger yang namanya Mojang-Jajaka (Moka)? Itu… Ajang dimana para, well… Mojang dan Jajaka nampilin bakat yang dimiliki oleh masing-masing Mojang / Jajaka, disaksiin oleh tim penilai dan orang banyak. Coba tebak? Di sekolah saya mau diadain acara macem gitu untuk memperingati Hari Kartini (Harinya kapan, diperingatinya kapan…). Ruang lingkupnya cuma di sekolah aja, jadi sepasang Mojang-Jajaka wakil dari masing-masing kelas bersaing ama kelas lain.

Dan coba tebak? Saya ditunjuk ama temen-temen sekelas buat jadi wakil Jajaka! Hoream pisan!

Saya sendiri nggak mau sama sekali buat ikut ajang kayak gituan. Saya nolak mentah-mentah waktu ditawarin. Saya udah bilang saya bakal ngecewain mereka, soalnya pertama, saya nggak punya bakat apa-apa. Kedua, saya paling nggak bisa tampil di depan umum. Tapi mereka maksa. Maksanya banget. Tanpa izin, mereka nulis nama saya di kertas pendaftaran, dan dikumpulin langsung ke OSIS.

Jadi, Senin depan, mau nggak mau, saya harus nampilin yang terbaik buat mereka. Jangan sampe ngecewain kepercayaan mereka. Yeah, walaupun dengan terpaksa.

Sumpah.

A Chat. Final Part (?).

That’s enough. I’ve had enough of her!

I am going to forget her. Yes, that’s right. I am going to *beep*ing forget her.

There’s no use for me to push it. I get nothing out of nothing.

Life, life, life. Why must there be love inside you?

Just Another Wednesday…

Buat saya, hari ini… Sial.

Ada lomba upacara gitu di sekolah. Wajib, katanya. Soalnya lomba ini tingkat… Eh… “Nggak lokal”, jadi kata bapak wakasek kesiswaan nama sekolah dipertaruhkan.

Tapi instead of going to the yard dimana upacaranya dilaksanain, saya berakhir di perpus ama temen-temen mabalers yang lain. Alesannya simpel: Males. Jadi ya… Mau nggak mau harus mau nerima konsekuensinya: A burst of steamed anger from my “beloved” home room teacher. Tapi belum sih. Semoga aja nggak.

Karena emang cuma ada lomba upacara doang, tadi jadwal KBM-nya nggak baleg. Kita cuma belajar jam pertama-kedua, kelima-keenam, dan dua jam pelajaran terakhir, sebelum akhirnya pulang jam setengah tiga.

Sebenernya hari ini nggak sepenuhnya sial juga, sih.

Dua jam pelajaran terakhir adalah jamnya seni musik. Ibu (yang kayaknya kecapean banget) ngasih tugas kita buat bikin kelompok ensembel alat musik tradisional. And my kelompok was:

  1. Rey as the …
  2. Elang as the …
  3. Yoni as the gong hitter
  4. Adit (myself) as the kendang player
  5. Kinan as the …
  6. Geni as the …

Ibu guru ngeharusin kelompok kita dikasih nama dari alat musik tradisional Indonesia. Dan nama kelompok kita adalah: Cengceng fu. Unik banget, kan? Sebenernya itu diambil dari nama alat musik tradisional Sulawesi (kalo nggak salah); cengceng (alat musik pukul) dan fu (alat musik tiup). Dan uniknya lagi, kebetulan Kinan ma Elang punya wajah ahong :), so the name “cengceng fu” kinda suits us perfectly!

Saya lupa nama dari beberapa alat musiknya. Tapi Kinan dan Rey megang dua alat musik yang sama yang kalo di band bisa dianalogiin sebagai melody, Elang mainin rhythm, Geni megang bass. Tapi semuanya alat musik pelat kuningan yang dipukul-pukulin. Lumayan enjoyable, dan bikin hari ini nggak ngebosenin.

She’s inside the kelompok, if you haven’t noticed.

Pulangnya mestinya les, tapi jadwalnya dipindahin ke hari Jumat. Jadi langsung pulang deh.

Di rumah, waktu saya lagi nyusun post ini, ada ular di branghang! Tapi nggak penting, jadi mending nggak usah diceritain.

Another Chat.

Back at Junior High, I was completely different from what I am now.

I was inside a box. The lid that closed the box was wide open. I simple had to climb up and get out of the box. Unfortunately, I didn’t do that.

I was closed. I was anti-social. I was a nerd. I seldom talk. I don’t understand why people still wanted to befriend with me back then. I was not worthy of becoming a friend of anyone. Still, I had many.

Then I avoided talking with girls. I avoided looking at their faces. I just avoided girls. Every time I get near girls, I blushed my face. Hence, I wasn’t (and isn’t!) at all attracted to boys. To be honest, I had a lot of crushes with girls. The problem was I didn’t know what “crush” was. I couldn’t make differences between what a girl-friend was and what a girlfriend was.

Until I met her. I realized that thinking that way is the wrongest of all ideas.

The story started last year, when I went to a higher level of education. There had been a huge revolution within me. My revolution in socialization. My transformation in communication, all of that because I couldn’t stand my progression in civilization.

An enormous change, I might add.

All of them are because of her.

It was her who guided me to the open lid of the box.

And finally, it was her who pulled me out of the box.

Thanks to her, I’ve changed.

But thanks to my old habit, I can’t hide it when I blush.

Thank you my November, for guiding me out of the labyrinth of darkness…

Then, my problem goes back to my Chats.

The problem of she’s being unpredictable.

The Coca-Cola Zero Commercial

At the gas station.

Dude 1 : What took you so long? Been fixing your hair?
Dude 2 : I wanna fix your face, man!
Dude 1 : Yeah, sure…

On the way.

Dude 2 : Thanks for the Coca-Cola, dude.
Dude 1 : That’s not Coca-Cola.
Dude 2 : What do you mean it’s not Coca-cola? It tastes like Coca-Cola.
Dude 1 : Yeah… Tastes like Coca-Cola, but uh… It says “zero sugar”…
Dude 2 : Zero… What?! That’s not possible!
Dude 1 / Dude 2 : Whoaaa!!!

In the flipped car.

Dude 1 : But it is Coca-Cola!
Dude 2 : But it is Coca-Cola!

A Chat. Part 3.

Confusing.

The word that describes me right now perfectly.

Why? Because she said something that makes me think about it all the way home.

She said that I am hers. I am hers.

“He’s mine,” in the direct form.

She said that to somebody, right in front of me, she knows that, and he here means me. What on earth could that possibly mean?

Confusing. Very confusing.

Nevertheless, I am very happy when she said that. Outrageously happy. That sentence is still ringing inside my ears now.

But that’s not the question. What she really means is the question.

Okay, she said that I am hers, but is she mine?

Doesn’t somebody else already has her?

Confusing, confusing, confusing…

But… Will she be ever mine?

God! Give me an answer!